English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Sampah Ditukar Sayuran - Pojok Satu
Last modified: 2016-09-15 01:26:09

Sejumlah masyarakat di Kampung Babakan Cianjur, Desa/Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat berbondong-bondong mendatangi festival Citarum. Festival itu dimana sampah organik dapat menjadi nilai sebagai alat tukar di festival tersebut dengan sebuah kupon.

Kupon yang disediakan beragam, terdiri dari empat nominal, yakni Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000. Masyarakat dapat mendapatkan kupon tersebut dengan menukarkan bebagai macam sampah, seperti bekas kemasan air mineral, kardus, hingga besi.

Festival Citarum yang diadakan oleh Koprasi Bangkit Bersama, bekerja sama dengan BPLH Jabar, Forum Bandung Barat Sehat, dan Kantor Longkungan Hidup (KLH) KBB tersebut menyediakan bazar, yang diisi oleh sejumlah boot.

"Dengan sampah organik yang sudah ditukarkan dengan kupon tersebut, nanti masyarakat bisa menikmati sejumlah hidangan kuliner, ditukarkan dengan perpengkapan bercocok tanaman, kerajinan, hingga cek kesehatan," jelas Kepala Koprasi Bangkit Bersama Indra Darmawan kepada wartawan, saat dijumpai di lokasi, Selasa (6/9).

Iwan mengatakan, bahwa kegiatan tahunan ini merupakan yang ketiga kalinya. Dari kegiatan pengumpulan dari festival tersebut menargetkan dapat mengumpulkan 4 hingga 5 ton sampah.

"Sampah-sampah yang sudah terkumpul akan dipilah dan diolah, untuk sampah plastik akan dijual, karena bernilai ekonomi, sedangkan untuk sampah organik akan didaur ulang," katanya.

Sementara untuk voucher yang disediakan menurut dia, totalnya mencapai Rp 20 juta. Perputaran uang tersebut terjadi di bazar Festival Citarum yang diisi sejumlah produk dan jajanan dari warga sekitar.

Menurut Indra, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi dan juga pemahaman mengenai bank sampah kepada masyarakat, bahwa dengan menabung sampah dapat mendapatkan uang. Untuk sementara terdapat 16 bank sampah yang ada di KBB.

"Pengolahaan sampah berbasis komunitas, sampah itu tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tapi masalah sampah itu diselesaikan di komunitas RW masing-masing," ungkapnya.

Warga setempat yang ditemui di lokasi Anna (28) menuturkan, dengan membawa sampah plastik seberat 2 kgm, dari sampah itu, mendapat total voucher Rp 6.000. "Sampah-sampah ini saya kumpulkan dari warung tempat saya berjualan. Kebetulan banyak sampah plastik," ujarnya.

Kegiatan itu, menurut dia, tak hanya menanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah. Namun juga mendidik dirinya untuk lebih menghargai uang.

Bupati Bandung Barat Abubakar, menuturkan, bahwa tujuannya memberdayakan masyarakat ikut dalam program Citarum Bestari yang digagas Gubernur Jawa Barat, salah satunya yang melewati Kabupaten Bandung Barat.

"Salah satu persoalan Citarum itu ialah sampah, yang terbagi menjadi sampah organik dan nonrganik. Untuk sampah yang non0rganik dapat menjadi kerajinan tangan seperti yang ada di bazar. Tapi sampah organik ini yang dapat ditukarkam nantinya oleh masyarakat dengan sebuah tanaman sayur," pungkasnya. (bie)

Sumber 7 September 2016

IndonesiaOrganic telah meneliti penerapan penggunaan sampah kota umum untuk membuat 'kompos organik' (non-kimia) dan telah menyimpulkan bahwa secara umum sampah kota tidak akan menghasilkan kompos non-kimia yang digunakan untuk pertanian organik.
Keywords: Indonesia, Organic, Bandung, Cihampelas, sampah, festival, kompos, bank sampah, kebersihan lingkungan
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut