English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Sampah Bisa Bernilai Ekonomis, Ini Caranya - NetralNews
Last modified: 2016-11-18 01:00:18

Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta warga yang tinggal di lingkungan permukiman dapat membangun tempat pembuangan sampah guna mendukung program kebersihan, ketertiban dan keindahan.

"Pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) itu juga dapat penilaian Adipura," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Konservasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno di Lebak, Minggu (13/11/2016).

Selama ini, program kebersihan, ketertiban dan keindahan (K-3) telah digencarkan kepada masyarakat diantaranya pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS).

Saat ini, banyak ditemukan di lingkungan permukiman warga tidak memiliki sarana TPS sehingga membuang sampah dengan cara dibakar atau dibuang ke sungai.

Padahal, pembuangan sampah itu bisa dikelola berwawasan lingkungan juga memiliki nilai ekonomi dengan mendirikan bank sampah.

Dimana bank sampah itu bisa dilakukan pemilihan menjadi sampah organik dan sampah non organik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi kompos.

Selain itu penggunaan limbah sampah juga bisa menghasilkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat.

Apalagi, Kabupaten Lebak tahun 2016 menjadi peserta Adipura (penghargaan lingkungan), sehingga masyarakat berperan aktif untuk pengelolaan sampah.

"Kami minta masyarakat bisa mengelola sampah dengan mendirikan bank sampah, selain berwawasan lingkungan juga meningkatkan pendapatan ekonomi mereka," katanya.

Menurut Iwan, pemerintah daerah kini memprogramkan setiap desa/kelurahan di Lebak terdapat bank sampah dengan cara pemilihan sampah organik dan non organik.

Pemilihan sampah tersebut dapat dimanfaatkan pembuatan produksi pupuk organik juga kerajinan tangan.

Sebab, limbah sampah itu jika dikelola tentu bisa menghasilkan pendapatan ekonomi masyarakat juga ramah lingkungan.

"Kami mengajak warga terus mengelola sampah dengan tidak membuang sampah ke sembarangan tempat," katanya.

Edi Junaedi (45), seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku di wilayahnya saat ini kesulitan untuk membangun lokasi TPS akibat tidak ada lahannya.

Saat ini, lahan milik masyarakat sudah padat sehingga tidak ada lahan kosong untuk membangun lokasi TPS.

"Kami menyiasati kebersihan itu dengan membayar petugas untuk mengambil sampah ke rumah-rumah warga dengan menggunakan gerobak," katanya.

Anwar, seorang penilai K-3 di Kabupaten Lebak mengaku sebagian besar masyarakat di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak tidak memiliki bangunan fisik TPS.

Kebanyakan masyarakat membuang sampah ke petugas Dinas Kebersihan dengan diangkut kendaraan juga gerobak.

"Kami berharap semua warga yang tinggal di permukiman memiliki TPS agar Lebak meraih Adipura," katanya.

Lince Eppang Sumber 13 November 2016

Keywords: Indonesia, Organic, Banten, sampah, lingkungan, bank sampah, ekonomi, adipura, kebersihan
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut