English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Pupuk dari Bahan Alami Jaga Kelestarian Lahan - SuaraMerdeka
Last modified: 2016-05-05 20:38:52

PETANI di Indonesia, termasuk Kabupaten Purworejo saat ini dihadapkan pada persoalan yang sangat kompleks. Tingkat kesuburan lahan semakin menurun, ketergantungan terhadap pupuk kimia pabrikan, serta serangan organisme pemangsa tanaman (OPT) yang makin sulit diatasi. Kondisi itulah yang menjadi keprihatinan bagi praktisi dan pendamping petani Citra Ady Pradana.

Warga Cangkrep Lor ini pun menggagas pola pertanian berbasis kemandirian yang salah satunya terfokus pada kemandirian pupuk. "Pupuk menjadi salah satu kebutuhan primer bagi pertanian. Seringkali pupuk ini memunculkan biaya produksi sangat besar yang harus ditanggung petani. Di sinilah perlu dibuat terobosan agar petani tidak memiliki ketergantungan terhadap pupuk kimia," ujar alumni Fakultas Pertanian UGM ini. Laki-laki yang akrab disapa Dana ini pun mencoba membuat berbagai pupuk dengan bahanbahan alamiah.

Berbekal ilmu pertanian yang dimiliki, dia berhasil membuat pupuk organik cair yang sekarang banyak dimanfaatkan petani di Wonosobo, Gunung Kidul, dan Kulonprogo. "Dengan kemandirian pupuk ini, biaya produksi bisa ditekan cukup besar," ujar Dana yang saat ini mendampingi kegiatan budidaya pepaya kalifornia di Kalikepuh, Sindurjan, Purworejo.

Dijelaskannya, biaya produksi yang paling tinggi adalah pengadaan pupuk. Sedangkan pupuk yang digunakan adalah pupuk pabrik atau pupuk kimia cenderung mahal. Memang dalam penggunaannya pupuk kimia cepat terlihat, tetapi efek jangka panjangnya tidak bagus dikarenakan dapat menurunkan kualitas tanah. Apalagi ditambah dengan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dari dosis, amat sangat rentan menimbulkan ancaman kerusakan tanah dan serangan hama.

Kerusakan Ekosistem

Dicontohkan, belakang ini merebak serangan wereng yang dahsyat pada tanaman padi dikarenakan kerusakan ekosistem lingkungan lahan dan juga penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. "Wereng menyukai lahan padi yang di dalamnya terkandung unsur N (Nitrogen) tinggi yang tidak lain dari hasil pemupukan pupuk kimia secara berlebihan," katanya.

Diungkapkannya, banyak bahan yang sudah tersedia di alam dan mudah ditemui di lingkungan yang dapat dimanfaatkan petani untuk dijadikan pupuk organik. Misalnya kotoran ternak (sapi, kambing, kelinci) mengandung unsur NPK tinggi jika diolah dengan proses fermentasi akan setara dengan pupuk kimia pabrikan.

Selain itu, rebung, tanaman orok-orok, tanaman legum (tanaman kacang-kacangan) adalah sumber Nitrogen yang baik untuk tanaman produksi, pengolahan juga dengan fermentasi supaya dapat digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk organik cair. Air kelapa dan sabut kelapa juga bisa diolah sebagai sumber P (pospor) dan K (kalsium) yang tinggi untuk tanaman buah setelah melalui proses fermentasi. "Air cucian beras juga bagus untuk tanaman.

Dan masih banyak lagi bahan yang ada di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Dengan kreativitas dan kemandirian petani, ongkos produksi dapat ditekan dan memperoleh hasil panen yang maksimal serta dapat meningkatkan taraf hidup para petani," paparnya.

Dia mencontohkan, pestisida alami untuk pencegahan hama dan penyakit dapat menggunakan fermentasi empon-empon (berbagai macam kunyit yang mudah ditemui), fermentasi kupasan bawang merah dan tomat (mencegah hama penyerang tanaman produksi), daun mimba atau mindi sebagai penolak hama yang efektif, daun sirih sebagai anti biotik pencegah serangan jamur dan bakteri pada tanaman produksi.

Catatan editor : IndonesiaOrganic percaya bahwa agar kotoran ternak bebas dari bahan kimia, hewan harus makan makanan yang bebas dari bahan kimia. Dalam proses ini, pupuk yang akan bebas dari bahan kimia untuk digunakan oleh petani organik. Dalam pasar umun (petani umun), IndonesiaOrganic setuju bahwa pupuk yang dibuat dengan cara ini secara signifikan lebih baik untuk lingkungan, hasil bumi, dan petani/pekerja.

Sumber 29 April 2016

Keywords: Indonesia, Organik, Purworejo, petani, pupuk, alami, ekosistem, ternak
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut