English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Pertumbuhan Pangan Organik Nasional Hanya 5 Persen - SuaraMerdeka
Last modified: 2014-08-05 20:46:29

Pertumbuhan Pangan Organik Nasional Hanya 5 Persen

Pertanian organik di Indonesia umumnya masih berskala kecil. Peningkatan pasar pangan organik secara nasional hanya tumbuh lima persen per tahun, dengan nilai penjualan sekitar Rp 10 miliar. Sementara tren pangan organik di dunia terus meningkat.

Pangan organik dianggap unggul karena nutrisi dan kandungan anti-oksidan lebih tinggi. Kualitas lebih bagus dalam jangka penyimpanan yang sama dengan pangan konvensional. Lebih bercita rasa dibanding pangan konvensional yang dikembangkan denganpupuk kimia.

Keunggulan itu mendukung isu keamanan pangan, kualitas nutrisi dan isu lingkungan yang berkembang secara internasional. Hal itu mengemuka dalam seminar nasional dan Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Semarang. Pertemuan digelar di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rabu (11/6).

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unika, Profesor Budi Widianarko berpendapat, peluang besar bagi Indonesia mengembangkan pertanian dan pangan organik. "Arus gerakan menuju organik secara internasional kuat. Tahun 1972 berdiri Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM)," kata Widianarko.

Di Indonesia, Departemen Pertanian baru mencanangkan program "Go Organik 2010". Berharap Indonesia akan menjadi salah satu produsen pangan organik utama dunia. Tapi, nama Indonesia sebagai produsen pangan organik absen dari data IFOAM tahun 2013.

Faktor Pertumbuhan

Kurang bertumbuhnya pertanian organik Indonesia, menurut Widianarko, karena beberapa faktor. Selain karena pertanian skala kecil, pertanian organik di Indonesia masih dalam kedaulatan petani atau kelompok tani. Penentuan penanaman produk organik atau non-organik masih seutuhnya di tangan petani, belum menjadi produksi skala nasional.

"Produk organik juga masih dianggap produk eksotik. Selain itu, pangan organik di Indonesia saja baru mulai mengindustri," demikian Widianarko.

Di sisi lain, ada risiko pertanian organik diindustrialisasi. Yakni adanya pemain besar yang lebih berperan, ancaman bagi kedaulatan petani dan kelompok tani, pangan organik akan jadi produk massal. Dikhawatirkan, risiko itu akan menjadi pengulangan sejarah revolusi hijau.

Eka Handriana SMNetwork Source 12 Juni 2014

Keywords: Indonesia,organik,IFOAM,Budi Widianarko,Go Organik 2010,produsen organik,PATPI,kelompok tani, ancaman bagi kedaulatan petani dan kelompok tani
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut