English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Pertanian "Go Organic" - Increases to prices of chemical fertilizers
Last modified: 2010-04-02 19:47:09

Agriculture "Go Organic"

Rencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk pada April 2010 dinilai sejumlah kalangan cukup bijak. Plan to increase the highest retail price (MRP) of fertilizer in April 2010 considered a number of people quite wisely. HET urea direncanakan naik 50 persen, dari Rp 60.000 per zag menjadi Rp 90.000 dan pupuk non-urea naik 30-70 persen. HET planned urea rose 50 percent, from Rp 60,000 to Rp 90,000 per zag and non-urea fertilizers increased by 30-70 percent. Kebijakan tersebut bermaksud untuk mengurangi jumlah subsidi pupuk dan sekaligus merangsang petani untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan menggantinya dengan pupuk organik. The policy intends to reduce the amount of fertilizer subsidy and at the same time to stimulate farmers to reduce use of inorganic fertilizers and replace it with organic fertilizer. Dengan demikian, untuk lebih mengefisienkan kebijakan tersebut diperlukan adanya insentif bagi petani yang menggunakan pupuk organik. Thus, for the more efficient the policy is necessary incentives for farmers who use organic fertilizers. Selain itu, perlu juga pertimbangan pengalokasian anggaran untuk penyediaan alat pembuatan pupuk organik. In addition, it should also consider a budget allocation for the provision of organic fertilizer. Hal ini penting agar kenaikan HET tidak mempengaruhi produktivitas petani. This is important so that the increase does not affect the productivity of farmers HET.

Insentif bagi petani bisa diberikan melalui tools , misalnya : Pertama , peningkatan rasio anggaran subsidi pupuk organik agar lebih besar dari subsidi pupuk kimia. Kedua , mendorong berkembangnya penggunaan pupuk organik melalui teknologi pemanfaatan limbah hasil pertanian. Ketiga , harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah/beras yang menggunakan pupuk organik lebih tinggi dari gabah/beras yang memakai pupuk anorganik. Apabila HET pupuk kimia jadi dinaikkan, maka sebagian besar petani akan beralih ke pupuk organik. Incentives for farmers could be provided through tools, such as: First, the increasing ratio of organic fertilizer subsidy budget to be larger than the chemical fertilizer subsidies. Second, encourage the development of the use of organic fertilizer through agricultural waste utilization technologies. Third, the government purchase price (HPP) for grain / rice using organic fertilizer is higher than the grain / rice using inorganic fertilizer. If HET chemical fertilizers to be raised, the majority of farmers will switch to organic fertilizers. Hal ini terindikasi dari permitaan petani dan kelompok tani yang secara beramai-ramai telah mengajukan permintaan pelatihan membuat pupuk organik, sebelum kenaikan harga pupuk tersebut direalisasikan pemerintah. This is indicated from permitaan farmers and farmer groups that are abuzz has requested training to make organic fertilizer, before the increase in fertilizer prices is realized government. Disamping itu, kesiapan dan antusias petani juga terlihat dari persiapan setiap rumah tangga dalam menyediakan berbagai media untuk membuat pupuk organik. In addition, the readiness and enthusiasm of farmers is also visible from every household in preparation for providing a variety of media to create organic fertilizer.

Sebagaimana diketahui bahwa pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman, kotoran hewan atau sampah rumah tangga seperti pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos, baik yang berbentuk cair maupun padat. As is well known that organic fertilizer is a fertilizer derived from the remnants of plants, animal waste or household waste such as manure, green manure and compost, either in the form of liquid or solid. Manfaat utama pupuk organik adalah dapat memperbaiki kesuburan kimia, fisik dan biologis tanah. The main benefit of organic fertilizer is that it can improve the fertility of the chemical, physical and biological soil. Pupuk organik juga mampu mengubah tanah dengan keasaman tinggi menjadi stabil. Organic fertilizers are also able to change the soil with high acidity becomes stable. Selain itu, produk pertanian juga meningkat sejalan dengan kesuburan lahan setelah diberi pupuk organik. In addition, agricultural products also increased in line with the fertility of the land after being fed an organic fertilizer.

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanah, menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, baik lahan kering maupun lahan sawah, mempunyai kandungan bahan organik tanah yang rendah (<2%). Results of a study published by the Soil Research Institute, showed that most farms in Indonesia, both dry land and paddy fields have soil organic matter content is low (<2%). Oleh karena itu, penggunaan bahan organik untuk memperbaiki produktivitas lahan perlu digalakkan. Therefore, the use of organic materials to improve land productivity should be encouraged.

Walaupun kebutuhan pupuk organik lebih banyak dalam volumenya karena kandungan haranya yang rendah, yakni 4 - 10 ton untuk satu hektare lahan pertanian, namun pupuk organik selalu tersedia di kalangan petani. Although the need for more organic fertilizers in volume due to low haranya content, ie from 4 to 10 tons for one hectare of agricultural land, but always available organic fertilizers among farmers. Sebab selain bercocok tanam, petani juga memelihara ternak. Because besides farming, farmers are also raising livestock. Sedangkan kebutuhan pupuk non organik sebanyak 3 - 5 ton per hektare, dengan harga jual Rp 1.500 per kilogram dan selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. While non-organic fertilizer demand as much as 3 - 5 tons per hectare, with a selling price of Rp 1,500 per kilogram and is always experienced an increase each year.

Secara nasional berdasarkan perhitungan Ditjen Tanaman Pangan, bahan baku untuk pupuk organik tersedia 119 juta ton per tahun. Nationally, based on the calculation of the Directorate General of Food Crops, raw materials for organic fertilizer is 119 million tons per year. Bahan baku ini berasal dari sektor peternakan (kotoran hewan/kohe) sebesar 49 juta ton, kemudian dari sektor perkebunan 39 juta ton dan tanaman pangan (jerami) 24 juta ton serta hortikultura 7 juta ton. Bahan organik lain yang bisa dijadikan pupuk organik adalah sampah organik pasar dan rumah tangga, serta sisa pertanaman atau ampas tanaman seperti limbah jamur dan blotong (ampas tebu). This raw material comes from the livestock sector (animal feces / kohe) amounted to 49 million tons, then from the plantation sector and 39 million tons of food crops (straw) 24 million tonnes and 7 million tonnes of horticulture. Other organic materials that can be used as organic fertilizer is a waste organic markets and households, and the remaining crops or crop residue, such as mushrooms and sugarcane waste (bagasse).

Pada saat ini, permintaan masyarakat dunia akan hasil pertanian yang sehat makin meningkat, terutama hasil pertanian yang menggunakan pupuk organik. At this time, the world community will demand a healthy agricultural products is increasing, especially agricultural products that use organic fertilizers. Apabila sekarang ini petani Indonesia sudah mulai kembali menggunakan pupuk organik ( karena pada zaman dulu petani menggunakan pupuk kandang ), diharapkan produk pertanian yang dihasilkan akan berkualitas ekspor. If the current Indonesian farmers have started to re-use organic fertilizer (because in ancient times farmers use animal manure), is expected to be produced agricultural products of export quality. Dari segi harga, produk pertanian organik sangat menjanjikan keuntungan karena harga produksi organik jauh lebih mahal. In terms of price, organic agricultural products is very promising because the price advantage of organic production is much more expensive. Walaupun harus diakui bahwa konsumen produk pertanian organik masih terbatas yakni untuk kelas tertentu saja atau kalangan intelektual dan perkotaan karena harganya yang jauh lebih mahal. Although it must be admitted that the consumers of organic agricultural products is still limited to the particular class or urban intellectuals and because its price is much more expensive. Namun demikian, diharapkan momen sekarang ini dapat menjadi kesempatan emas untuk mendorong petani Indonesia menjadi petani yang menggunakan pupuk organik atau pertanian "Go Organic". However, the expected present moment can be a golden opportunity to encourage the Indonesian farmers are farmers who use organic fertilizers or agricultural "Go Organic". Semoga ! Hopefully!

Source: Sekretariat Negara Republik Indonesia

Keywords: Indonesia, organik, Go Organic, Sekretariat Negara Republik Indonesia, HET, menaikkan harga, pupuk, motivasi
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut