English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Pentingnya Mengembalikan Kesuburan Tanah Dengan Bahan Organik - KabarTani
Last modified: 2016-04-21 21:59:35

Pentingnya Mengembalikan Kesuburan Tanah Dengan Bahan Organik - KabarTani

Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pertanian, tanah yang subur yaitu tanah yang mengandung beberapa unsur yang diperlukan oleh tanaman untuk menyuplai nutrisinya sehingga dapat menghasilkan panen yang tinggi sepanjang tahun. Namun, jika tanah tersebut mampu menghasilkan panen yang tinggi tetapi hanya bisa ditanami sekali saja dalam setahun (misalnya karena tidak ada air) maka itu tidak dapat dikategorikan sebagai tanah yang subur.

Dari definisi kesuburan tanah diatas bisa dibedakan lagi menjadi dua yaitu:

1. Kesuburan tanah aktual (kesuburan tanah hakiki/asli/alamiah).
2. Kesuburan tanah potensial, yaitu kesuburan tanah yang diperoleh dengan bantuan teknologi untuk mengoptimumkan semua faktor, contohnya dengan memasang instalasi pengairan modern untuk lahan yang tidak tersedia air secara terus menerus.

Nilai kesuburan tanah tidak bisa diukur secara pasti tetapi hanya bisa ditaksir lewat penelitian atau mengamati secara langsung. Penafsiran nilai tersebut bisa dilakukan berdasarkan sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang terukur, yang kemudian dikaitkan dengan performa tanaman menurut pengalaman atau hasil penelitian sebelumnya.

Komponen Kesuburan Tanah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, secara garis besar beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai kesuburan tanah adalah:

1. Sifat Fisika Tanah
Dapat dilihat dari tekstur dan struktur tanahnya. Ada tanah yang bertekstur halus hingga kasar, semakin halus tekstur tanah maka semakin bagus pula, karena banyak air yang dapat diikat. Sedangkan struktur tanah yang gembur dapat mengoptimalkan pertumbuhan akar pada tanaman.

2. Sifat Kimia Tanah
Dapat dilihat dari nilai pH/keasaman dan kandungan unsur hara di dalam tanah. Nilai pH optimum (sekitar 7) akan memudahkan unsur hara tersedia bagi tanaman.

3. Sifat Biologi Tanah
Hadirnya mahkluk hidup lainnya, baik tumbuhan maupun hewan dari yang ukurannya besar hingga yang sangat kecil (mikroorganisme). Keberadaannya pun ada yang menguntungkan tapi ada pula yang merugikan.

Beberapa mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman misalnya seperti Pythium (penyebab penyakit akar) dan Fusarium penyebab penyakit layu pada sayur dan buah-buahan.

Sedangkan yang menguntungkan antara lain cacing tanah yang membantu dalam menggemburkan tanah serta sebagai indikator kesuburan tanah, ada juga bakteri yang dapat mengubah CO menjadi CO2 dan Actinomycetes yang mampu menghasilkan antibiotik bagi tanaman.

4. Faktor Eksternal
Iklim di suatu daerah juga dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah. Intensitas sinar matahari, curah hujan, kelembaban kecepatan angin dan sebagainya dapat memberikan pengaruh yang baik maupun sebaliknya. Selain itu interaksi antara berbagai komponen yang telah disebutkan akan memberikan pengaruh yang spesifik terhadap kesuburan tanah.

Perlu diingat juga, bahwa tiap jenis tanaman mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan kebutuhan yang berbeda-beda pula terhadap kondisi tanah.

Analisis tanah dilakukan untuk mengetahui kandungan unsur hara, pH, bahan organik dan sebagainya, sehingga bisa diketahui kandungannya untuk dibandingkan dengan kebutuhan pada masing-masing tanaman. Dengan analisis tanah tersebut dapat ditafsirkan status dan tingkat kesuburan tanah, sehingga untuk tahap selanjutnya bisa ditentukan tindakan-tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanahnya misalnya dengan menambahkan bahan organik, pemupukan dengan penambahan unsur hara tertentu, pengolahan lahan, pengairan dan drainase.

Selama ini sudah terlanjur ada paham terutama pada petani tradisional bahwa dengan menggunakan pupuk kimia otomatis dapat meningkatkan kesuburan tanahnya, padahal, jika berdasar pada penjelasan diatas, penggunaan pupuk kimia belum tentu bisa meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini karena karakteristik tanah yang berbeda di suatu daerah maka perlu adanya penyesuaian.

Penggunaan bahan organik untuk menyuburkan tanah sudah jarang dilakukan lagi karena dinilai tidak praktis, padahal dalam bahan organik tersebut juga banyak tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman selain juga dapat memperbaiki struktur tanah (keras menjadi lebih gembur).

Itulah sebabnya sekarang banyak organisasi tani yang senantiasa memberikan pengetahuan kepada petani binaannya agar kembali menggunakan bahan organik untuk tanamannya. Karena penggunaan bahan organik terbukti dapat mengembalikan kesuburan tanah.

Tri Triyanto Sumber 17 April 2016

Keywords: Indonesia, organic, tanah, subur, pertanian, mikroorganisme, unsur hara, struktur tanah
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut