English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Penelitian: Makanan Organik Cegah Kanker - EraBaru
Last modified: 2014-09-08 01:31:15

Makanan adalah salah satu faktor utama untuk kelangsungan hidup yang paling fundamental bagi eksistensi dan berkembang umat manusia. Seiring dengan semakin meningkatnya perhatian akan kesehatan manusia, dampak pestisida dan pupuk kimia terhadap hasil pertanian mulai menarik perhatian masyarakat luas.

Menurut situs berita Food Safety News Network, AS, sebuah riset menemukan bahwa dibandingkan dengan produk makanan konvensional, makanan organik memiliki tingkat residu pestisida yang lebih rendah, serta mengandung bahan antiosidan sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia.

New Castle University Inggris merangkum sebanyak 340 laporan penyelidikan yang meneliti perbedaan antara sayur dan buah, produk susu, produk sereal, daging dan berbagai produk makanan organik lainnya, dengan produk non-organik.

Riset menyatakan, kandungan zat antioksidan pada makanan organik 18%~69% lebih tinggi dibandingkan dengan makanan non-organik, kandungan logam berat pada sayur dan buah organik 48% lebih rendah dibandingkan sayur dan buah non-organik, sementara residu pestisida 4 kali lipat lebih sedikit. Riset ini telah dipublikasikan di majalah British Journal of Nutrition pada 15 Juli 2014 lalu. Menurut informasi, riset ini mendapat dukungan dana dari Dewan Komisi Uni Eropa dan sebuah pertanian organik di Inggris.

Zat antioksidan terdapat pada sejumlah makanan kita sehari hari. Zat ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas, menghambat penuaan tubuh manusia, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit neurodegeneratif, dan lain-lain,bahkan mengurangi risiko penyakit kanker. Para peneliti menyatakan bahwa mengonsumsi sayur dan buah organik dapat mengembalikan 20-40% zat antioksidan yang terpakai setiap hari. Hal itu setara dengan mengonsumsi 5 porsi sayur dan buah ditambah lagi dengan asupan 1 hingga 2 porsi tambahan.

Peneliti bernama Charles Benbrook dari Center for Sustaining Agriculture and Natural Resources, Washington State University, menyatakan, "Hasil riset ini adalah bukti kuat yang mengatakan bahwa nutrisi pada makanan organik lebih kaya, dan dapat menimbulkan dampak yang baik dan nyata terhadap kesehatan."

Makanan organik kaya manfaat dan permintaan meningkat

Dalam lingkup dunia, pasar produk makanan organik sedang meningkat pesat dengan pertumbuhan 30%, nominal bisnis sektor ini pada 2010 lalu sudah mencapai 80 miliar dollar AS (934 triliun rupiah). Sebagai pelopor pertanian organik, Eropa memiliki pasar produk makanan organik yang telah mapan. Di pasar produk makanan organik tahun 2012, negara yang menduduki posisi 10 besar nilai penjualan makanan organik adalah Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Kanada, Inggris, Italia, Swiss, Australia, Jepang, dan Spanyol. Enam di antaranya adalah negara Eropa.

Ketua umum dari Taiwan Association for Organic Industry, Chen Shixiong, menyatakan bahwa pada ketentuan organik di banyak negara ditetapkan bahwa tidak dianjurkan untuk mempromosikan makanan organik lebih unggul dibandingkan produk pertanian konvensional, namun baru-baru ini pada banyak disertasi gelar doktor maupun magister di berbagai perguruan tinggi di AS maupun Eropa menunjukkan, dari banyak segi makanan organik terbukti lebih sehat daripada makanan yang dihasilkan dari pertanian konvensional, dan kadar nutrisinya juga lebih baik.

Kepala Organic Agriculture Centre of Canada, Andy Hammermeister, mengatakan, "Banyak produk olahan makanan yang beredar di pasaran mengandung zat aditif, sedangkan makanan organik tidak mengandung zat aromatik, pewarna, pengawet, dan lain sebagainya, pemerintah menetapkan aturan yang ketat soal ini. Makanan organik yang mengalami proses olahan pun memenuhi kriteria tersebut. Banyak warga yang sensitif terhadap zat-zat aditif tersebut sehingga memilih makanan organik."

Mengenai manfaat makanan organik, CEO Matthew Holmes dari Canada Organic Trade Associations menyatakan, "Makanan organik lebih aman, jarang membawa efek samping, tidak mengandung pestisida, pupuk kimia, hormon, zat rekayasa genetika, zat aditif sintetik, dan lain sebagainya. Ini membuat lingkungan ekosistem dapat berkembang berkesinambungan, dan sangat baik bagi tanah, udara, ternak, tanaman, mata air, dan lain-lain."

Selain itu, makanan organik juga memberi manfaat bagi para petani. Menurut Hammermeister, lahan pertanian organik sangat jarang terkontaminasi zat beracun, sehingga menurunkan risiko operasionalnya. Para petani pun tidak perlu lagi membeli pestisida, pupuk kimia, dan zat aditif, sehingga biaya bercocok tanam dapat diturunkan.

Menurut Chen Shixiong, baik dari segi nutrisi, cita rasa, keamanan, serta tingkat residu yang masih menempel pada makanan,produk pertanian organik memang lebih unggul daripada hasil pertanian dengan metode tani konvensional. Makanan organik sendiri sangat banyak manfaatnya bagi ekosistem. Persistensi warga Eropa dan AS dalam mengonsumsi makanan organik umumnya tidak hanya berawal dari kebutuhan pribadi atau kesehatan keluarga, yang lebih penting lagi adalah melindungi sumber daya alam dan lingkungan ekosistem.

24 Agustus 2014, Sumber

Keywords: Indonesia,organik,makanan,antioksidan,radikal bebas,kanker,sehat
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut