English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Penanganan Sampah Diperlukan Kesadaran Masyarakat - RadarPekalongan
Last modified: 2014-12-07 22:33:49

Sampah dari sumber aktivitas manusia kini menjadi topik hangat dalam perbincangan Komunitas Pecinta Nusantara (Kopen) Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, banyak masyarakat yang membuang sampah semaunya hingga dapat menimbulkan bencana banjir. Untuk itu dalam penanganan sampah diperlukan kesadaran masyarakat.

Hal itu terungkap dalam pembahasan dalam pertemuan Kopen Kabupaten Pekalongan bersama perwakilan DPRD Kabupaten Pekalongan, Munir dan Kholis Jazuli serta LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB) Mustofa Amin dan LSM Front Penegak Keadilan Masyarakat, Fajari, Korlip Radar Pekalongan, Widodo Lukito di Lapangan Gemek, Kedungwuni kemarin.

Ketua Kopen Kabupaten Pekalongan, Bambang Sunaryo bersama pengurus H. Kurdimanto, Ahmad Mustari yang mengaku mendapat keluhan masyarakat terkait sampah yang kini sudah dimana-mana bahkan berserakan. Untuk itu, apa solusi yang diambil dalam menangani masalah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Kholis Jazuli pada kesempatan itu mengaku bahwa sampah merupakan masalah bersama untuk diperlukan adanya kesadaran masyarakat dalam membuang pada tempat yang tepat, karena apabila tidak maka bencana mengancam. Adapun dalam menangani sampah ita sudah melakukan langkah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk dipilah antara sampah organik dan non organik.

"Karena sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos, sedangkan non organik terbuat dari plastik bisa dioleh menjadi barang yang ekonomis dengan didaur ulang, dan itu sudah saya buktikan di Kranji, dan itu harus adanya kesadaran masyarakat sekitar," ungkapnya.

Sementara LSM Front Penegak Keadilan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, Fajari mengaku sampah merupakan tanggungjawab bersama baik individu atau kelompok, namun alangkah baiknya ditangani bersama baik pemerintah atau masyarakat. Diakui banyaknya sampah karena saat ini kurangnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan barang bekas atau mengolah menjadi pupuk, terutama dalam gotong royong membersihkan lingkungan.

"Ditempat saya masih ada budaya gotong royong, dan sekarang wilayah yang sudah berbau kota seperti di Wonopringgo, Kedungwuni dan Buaran budaya itu sudah mulai pudar. Untuk itu gotong royong harus digiatkan kembali karena sampah pengelolaannya masih kurang, seperti di Buaran ini sampah sebagai pemicu banjir," ungkapnya.

Diakui bahwa sampah sebenarnya bisa menguntungkan dengan diolah menjadi organik, yang bisa dijual atau dikomersilkan. Memang banyak yang minir tentang sampah, namundemikian banyak pengusaha yang berasal dari sampah pula.

Adapun pengurus Kopen Kurdimanto mengaku bahwa sampah ini masalah yang fenomenal, karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan Kota Santri, dan slogan bersih sebagian dari iman. Budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah secara sembarang harus ditanamkan kembali.

"Karena penanganan sampah ini antara di desa dan kota sangat jauh, di kota tanpa campur tangan pemerintah akan mengalami kenadala seperti harus adanya kendaraan pengankut sampah, sedangkan masyarakat di desa area masih luas sehingga bisa dikumpulkan dan dibakar," ungkapnya

Sedangkan Korlip Radar Pekalongan, Widodo Lukito pada kesempatan itu memberikan solusi harus adanya ketegasan dalam penanganan sampah, seperti pembuatan aturan larangan membuang sampah secara sembarang.

Sumber 3 December 2014 Triyono

Editor: Ini adalah posisi oleh IndonesiaOrganic.  Kompos dari limbah rumah tangga (termasuk limbah bahan dengan kimia) yang biodegradasi tidak dapat diterima untuk pertanian organik. Limbah ini sering disebut 'organik' Namun, artinya tidak 'organik' yaitu non-kimia untuk pertanian organik. Namun, ada ratusan aplikasi potensial lainnya yang menakjubkan dan penting bagi penggunaan kompos ini dan ini harus mengurangi penggunaan bahan kimia dalam penggunaan lainnya.

Keywords: Indonesia,organik,sampah,banjir,kompos,daur ulang,gotong-royong
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut