English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Melihat Peluang Usaha Daur Ulang Sampah - HarianHaluan
Last modified: 2016-08-30 21:18:07

Persoalan sampah tak lagi sebatas pengangkutan dari rumah ke tempat penampungan sampah, tapi sudah pada tahap dibutuhkannya ke­sadaran masyarakat agar ber­tang­gung­jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Fenomena lain dari pengelolaan sampah adalah tidak beroperasinya bank sampah yang kini banyak di tiap-tiap daerah, seperti kegiatan pengelolaan dan pe­ngolahan sampah.

Melihat fenomena ini, Rumah Hijau Alyana menggagas pelaksanaan Diksusi Peluang Usaha Daur Ulang Sampah di Padang Green Cafe, Sabtu (27/8). Nara­sumber diskusi tersebut adalah Anggota Dewan Persam­pahan Nasional, Saut Marpaung. Kegiatan itu dihadiri oleh 12 orang pendamping Lembaga Pem­ber­dayaan Masyarakat yang berasal dari Solok Selatan, Pesisir Selatan, Pasaman, Solok, dan Jakarta. Acara itu juga dhadiri oleh muda-mudi yang tertarik di bidang usaha.

Saut menyampaikan, banyak potensi yang bisa didapatkan dari daur ulang sampah. Ia mencontohkan sampah hotel dan restoran yang hingga saat ini belum ada yang menge­lolanya. Selain itu, ada juga sampah pasar yang belum dikelola oleh perusahaan atau bank sampah.

"Padahal, sampah-sampah tersebut adalah bahan baku pembuatan pakan ikan dan pupuk organik yang peluang pasarnya masih terbuka lebar," jelas Saut.

Ia menargetkan terbentuknya bank-bank sampah binaan di Kota Padang. Ia berharap, kegiatan yang telah dilakukan ini tidak hanya diskusi dan wacana, namun juga diiringi dengan pelatihan pengolahan sampah yang memiliki standar mutu dan kualitas ekspor.

"Saya siap mendampingi dan ikut mem­berikan pelatihannya," kata Saut yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Pe­ngusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI).

Pendiri Rumah Hijau Alyana, Dewi Hastuti mengatakan, Rumah Hijau Alyana sebagai Bank Sampah Induk akan men­fasilitasi segala kebutuhan pelatihan mana­jemen pengelolaan dan pengolahan ter­padu hingga penjaminan pasar di Su­matera Barat. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melatih siapapun yang ingin serius untuk mengolah dan mengelola sampah sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.

"Kami menjamin, pasar dan juga pemo­dalan bagi bank sampah yang ingin berga­bung dan menjual semua produk ola­hannya," ujar Dewi. Ia dan Rumah Hi­jaunya akan mengadakan pelatihan pada September nanti bagi bank sampah yang mau dibina.

Pelatihannya akan mencakup proses pemilahan sampah, pengenalan jenis-jenis sampah, produksi hingga analisa pasar, dan analisa ekonomi.

Delia, peserta dikusi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Unand menga­takan, ia telah memiliki usaha daur ulang sampah yang memanfaatkan karton bekas menjadi kotak mahar cantik. Usaha ini ia tekuni sejak 6 tahun lalu.

"Saya siap bergabung untuk mengikuti pelatihan yang akan diadakan nanti," ujar Delia setelah mengetahui begitu ba­nyaknya peluang usaha dari daur ulang sampah.

Sumber 30 Agustus 2016
IndonesiaOrganic telah meneliti penerapan penggunaan sampah kota umum untuk membuat 'kompos organik' (non-kimia) dan telah menyimpulkan bahwa secara umum sampah kota tidak akan menghasilkan kompos non-kimia yang digunakan untuk pertanian organik.
Keywords: Indonesia, Organic, sampah, bank sampah, daur ulang, pelatihan, peluang usaha
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut