English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Limbah Industri Nanas Bisa Suburkan Tanah - OkeZone
Last modified: 2014-11-20 21:49:29

Sejumlah buah tropis Indonesia memiliki nilai ekspor yang sangat tinggi. Salah satunya adalah nanas yang tidak hanya diekspor dalam bentuk buah tapi juga olahan. Sayang, hasil olahan tersebut menghasilkan banyak limbah.

Namun, mahasiswa S-3 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Susila Herlambang, berhasil mengolah limbah industri nanas untuk menyuburkan tanah. Dia menyatakan banyak sentra industri pengolahan nanas yang tumbuh dan tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Tetapi, dari berbagai industri pengolahan nanas berpotensi menghasilkan produk sampingan yakni limbah.

"Sisa pengolahan nanas akan menjadi masalah jika menumpuk dan dibiarkan begitu saja. Misalnya saja di PT Great Giant Pinapple, salah satu sentra perkebunan nanas di Lampung. Industri tersebut setiap harinya memproduksi limbah hingga 424 ton dari pengolahan jus nanas kaleng untuk ekspor," tutur Susila, seperti dikutip dari situs UGM, Senin (17/11/2014).

Dari proses pengelolaan nanas hingga menjadi mill juice nanas menimbulkan berbagai limbah. Mulai limbah dari penghancuran tanaman setelah tidak berbuah sebesar 200 ton per hari hingga limbah dari batang tanaman nanas untuk diproses menghasilkan enzim bromelin sebesar 40 ton per hari.

"Selanjutnya, limbah mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas sebesar 4 ton per hari. Lalu limbah kotoran sapi padatan 40 ton per hari dan cairan 120 meter kubik per hari serta limbah tapioka 20 ton per hari," papar dosen Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta itu.

Menurut Susila, pengelolaan limbah organik segar dan limbah pengalengan nanas sebagai bahan pembenah tanah ultisol bisa menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Penggunaan berbagai kombinasi bahan limbah organik segar dan pengalengan nanas pada ketebalan tanah diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah.

"Hasil penelitian menunjukkan penggunaan berbagai kombinasi limbah nanas segar dan pengalengan terbukti mampu meningkatkan kandungan karbon dalam tanah. Melalui pemberian bahan organik segar dapat meningkatkan kadar karbon tanah dari 20 persen menjadi 28,40 persen pada ketebalan 0-15 cm di Ultisol perkebunan nanas," tutur Susila.

Editor opini: limbah biodegradable, seperti ini, dan kotoran sapi dari sapi yang diberi makan secara kimia tidak dapat menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk pertanian organik. Namun, kompos dapat digunakan dalam ribuan aplikasi lain, pada akhirnya mengurangi penggunaan bahan kimia.

Margaret Puspitarini Sumber 17 November 2014

Keywords: Indonesia,organik,buah,nanas,kotoran sapi,limbah,Susila Herlambang,kompos
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut