English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Ilmuwan LIPI Ajak Pola Pikir Petani Magelang Menekuni Pertanian Organik - SuaraMerdeka
Last modified: 2016-06-09 23:35:29

Ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuian Indonesia (LIPI) Dr Sarjiya Antonius mengaku terkejut dengan pola tanam dan penggunaan obat-obatan kimia oleh para petani sayur di Indonesia. Untuk itu, selama 10 tahun, Dr Sarjiya mendedikasikan diri untuk mengubah kebiasaan para petani Indonesia."Saat mengunjungi petani di lereng Merapi dan Andong saya masih menemukan penggunaan pestisida berlebihan. Sampai menjelang panen pun masih diberi obat kimia. Ini tidak bagus untuk dikonsumsi," kata Dr Sarjiya.

Menurut peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI tersebut kebiasaan ini sudah berlangsung puluhan tahun sehingga sulit diubah. Apalagi petani juga tidak punya banyak pilihan untuk memberantas hama tanaman pengganggu.

Sebagai solusinya, Dr Sarjiya membawa hasil penelitian selama 10 tahun ke Magelang. Ia mengajari cara membuat pupuk organik hayati secara murah, mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Pasalnya, semua bahan-bahan ada di sekitar Magelang dan bisa didapatkan dengan mudah.

Menurut Dr Sarjiya bahan yang dibutuhkan adalah kecambah enam kg, gula merah tiga kg, tetes tebu enam kg, bekatul tiga - enam kg, tepung ikan tiga - enam kg, tepung jagung tiga - enam kg, telur empat butir, agar-agar empat bungkus, TSP satu kg, air kelapa empat butir, air mineral, dan Beyonic StarTmik."Semua bahan dimasak agar bersih dari bakteri. Setelah dingin bahan dimasukkan ke tandon air dan dicampur mikroba Beyonic StarTmik. Tandon diberi kincir untuk memutar bahan dan dibiarkan selama tiga minggu," ujar doktor lulusan Jerman tersebut.

Disebutkan Pupuk organik hayati (POH) ini dibuat menggunakan teknologi Biyonik (beyond organic). Para petani diajari untuk membuat pupuk organik hayati secara mandiri sehingga perlahan-lahan bisa menerapkan pertanian organik.

"Cita-cita saya adalah mengubah kebiasaan pertanian kimia ke pertanian organik secara perlahan-lahan. Dengan pupuk POH ini, kebutuhan petani akan pupuk kimia berkurang terus hingga hanya butuh 25 persen. Kalau dihilangkan total belum bisa," kata dia.

Doktor kelahiran Kulonprogo tersebut mengaku mulai mendalami penelitian pupuk organik hayati ini sejak tahun 2005. Setelah tujuh tahun riset, pupuk ini kemudian diujicoba oleh para petani Cimelati, Sukabumi, Jawa Barat. Kini setelah 10 tahun, kualitas pupuk sudah jauh lebih baik dan akan terus diperbarui.

"Pupuk ini sudah dicoba oleh para petani sayur di Cimelati dan petani padi di Ngawi Jawa Timur. Dari hasil data kami produktifitas sayur dan padi bisa naik dari 9 ton per hektar menjadi 12 juta per hektar. Biaya produksi turun karena penggunaan pupuk kimia berkurang," kata dia.

Dr Sarjiya berharap bisa mengubah pola pikir petani di Kabupaten Magelang agar mau meninggalkan pertanian kimia dan berganti ke pertanian organik. Ia mengaku siap melakukan transfer teknologi dan pengetahuan ke petani dan Pemkab Magelang secara gratis.

Sumber 29 Mei 2016

Dari Editor www.indonesiaorganic.com.

Harap dicatat perbedaan antara "organik - biodegradable" dan "organik - bebas kimia".
Organik - biodegradable: item yang memiliki kemampuan untuk memecah, atau membusuk, kembali menjadi bahan alami di lingkungan alam tanpa menyebabkan kerusakan. Contoh: sampah dapur rumah tangga atau sampah kota http://organic.about.com/od/organicdefinitions/g/Biodegradable-Definition-Of-Biodegradable.html
Organik - bebas kimia: (metode makanan atau pertanian) yang diproduksi atau melibatkan produksi tanpa menggunakan pupuk kimia, pestisida, atau agen buatan lainnya. Misalnya "sayuran organik"
Dengan demikian, secara umum sampah kota yang mengandung bahan kimia atau bahan lain yang tidak secara khusus bebas dari bahan kimia, meskipun biodegradable, tidak bisa menjadi kompos atau pupuk untuk pertanian organik tanpa kimia.

Keywords: Indonesia, Organik, LIPI, Ilmuwan, pentani, transisi, Magelang, hayati, biyonik
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut