English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Gapoktan Simpatik Jadi Demplot Pengembangan Padi Organik - Pikiran Rakyat
Last modified: 2014-09-08 01:52:43

Kementerian Pertanian menjadikan aktivitas Gabungan Kelompok Tani Simpatik di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai demonstration plot (demplot) pengembangan tanaman padi organik. Bagi pihak mana pun yang berminat mempelajari cara bercocok tanam padi organik, Kementan akan menunjuk Gapoktan Simpatik sebagai rujukan.

Demikian diungkapkan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan saat berkunjung ke sawah dan pabrik beras organik di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (6/9/2014).

Rusman menuturkan, hasil kinerja Gapoktan Simpatik mampu menepis anggapan umum terkait produktivitas tanaman padi organik. Gapoktan Simpatik mampu membuktikan, produktivitas tanaman padi organik dapat melebihi tanaman konvensional.

"Selama ini, berlaku anggapan, produktivitas tanaman padi organik kurang baik, lebih rendah dibandingkan padi konvensional. Namun, anggapan tersebut telah terbantahkan," ucap Rusman.

Secara profitivitas, Rusman bertutur, produksi beras organik Gapoktan Simpatik juga terbilang berhasil. Tercatat sejumlah negara mengimpor beras organik hasil produksi Gapoktan Simpatik secara kontinyu.

"Banyak permintaan dari importir. Bahkan, kapasitas produksi beras organik Gapoktan Simpatik belum bisa memenuhi seluruh permintaan," tutur dia.

Sebagai respons menindaklanjuti tren permintaan beras organik, pada 2015, pihaknya memprogramkan system of rice intensification pada 2.000 hektare lahan sawah eksisting di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan SRI, metode tanam pada luasan tersebut diubah, dari konvensional menjadi organik.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Simpatik, Saeful Bahri menyambut baik penentuan demplot dari Kementan. Pihaknya selalu menerima pihak mana pun yang ingin mengetahui cara pengembangan tanaman organik. Hal itu telah berlangsung, sebelum Kementan menunjuk Gapoktan Simpatik menjadi demplot.

Mengenai program Kementan terkait SRI pada 2.000 hektare, Saeful menanggapi dengan antusias. Pihaknya menyarankan, program SRI diaplikasikan terhadap petani pemilik lahan sawah luas.

"Seperti petani di wilayah Ciawi atau Singaparna. Kami kira, SRI akan cocok diterapkan di sana," tutur dia.

06/09/2014, Sumber

Keywords: Indonesia,organik,Gapoktan,demonstration plot,Tasikmalaya,produktivitas,SRI
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut