English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

BLH : Bakar Sampah Tidak Dibenarkan - SuaraMerdeka
Last modified: 2016-04-11 23:18:57

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto menghimbau warga untuk tidak membakar sampah. Berbicara sampah, kedepan memang butuh solusi pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Sampah dikenal menjijikkan dan berbau anyir, kedepan harapannya berbau duit dan membawa berkah," katanya, kemarin.

BLH Kabupaten Semarang menurutnya tengah mengembangkan pengelolaan sampah dengan sistem reduce, reuse, and recycle (3R). Dengan pengelolaan yang terintegrasi, Nurhadi yakin nantinya tidak ada lagi masyarakat yang membakar sampah.

"Penerapan kumpul, angkut, dan olah sampah terus kami suarakan. Jika ada masyarakat yang membakar sampah itu nilainya nol ketika ada penilaian Adipura," tegasnya.

Selain mengajak warga, BLH Kabupaten Semarang dalam waktu dekat hendak menggandeng Tim Penggerak PKK di masing-masing kecamatan untuk mewujudkan bank sampah. Dia mencontohkan di Yogyakarta, di sana setiap rukun warga sudah menerapkan bank sampah.

"Bank sampah masih kita kembangkan, siapapun dan kapanpun yang jelas persoalan sampah sudah selayaknya direspon supaya ada solusi tidak dibiarkan begitu saja," tuturnya.

Sampah plastik, lanjutnya, seharusnya paling awal dipisahkan dari sampah lainnya. Apalagi di Kabupaten Semarang saat ini sudah banyak perusahaan penampung sampah plastik. Artinya, warga tidak perlu khawatir ketika nantinya dapat mengumpulkan sampah plastik, karena bisa disalurkan ke tempat usaha yang bersedia membeli.

Begitu pula dengan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA), baru-baru ini sudah berganti arti menjadi tempat pemprosesan akhir. Edukasi dan sosialiasai tentang pembedaan sampah tahun ini gencar dilakukan. Sampah saat ini sudah dibedakan menjadi empat, yakni plastik, kertas, daun, dan sampah kaca.

"Sampah daun dan dahan organik bisa langsung dipres jadi briket, secara ekonomis nilainya cukup baik. Yakni perkilo rata-rata Rp 4000. Syukur ada pengembangan pembuatan briket untuk kompos, makanan ternak hingga ikan," ujarnya.

Sumber 11 April 2016

 

Keywords: Indonesia, Organik, BLH, Semarang, Nurhadi Subroto, sampah, pengelolaan sampah, 3R, Adipura, Bank sampah, TPA, Tempat Pemrosesan Akhir, briket, ekanomis
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut