English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

Bentuk Kampung Recycle, Dosen UBL Terima Hibah Dikti - OkeZone
Last modified: 2014-08-05 23:53:27

Bentuk Kampung Recycle, Dosen UBL Terima Hibah Dikti

Tiga dosen Arsitektur Universitas Budi Luhur (UBL) menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat dalam bidang pengelolaan sampah. Tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, mereka juga mendapat dana hibah program Iptek bagi masyarakat dari DIKTI untuk pembiayaan tahun 2014.

Tim yang menamakan diri IBM itu beranggotakan Anggraeni Dyah, Putri Suryandari, dan Sri Kurniasih. Mereka mengembangkan iptek dalam mengelola sampah sehingga akhirnya dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat sekitar.

Bentuk Kampung Recycle, Dosen UBL Terima Hibah Dikti

"Tim kami ini berupaya mengembangkan iptek bagi masyarakat pada RT 01, RT 03, RT 010/RW 01 Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan, agar dapat menjadi Kampung Recycle. Kampung yang secara mandiri mampu mengelola sampah dan mendaur ulang, sehingga pada akhirnya dapat menguntungkan secara ekonomi," tutur Anggaraeni selaku Ketua Tim, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (14/7/2014).

Saat ini, Tim IBM sedang melakukan kunjungan bersama-sama dengan warga ke kampung Banjarsari, di daerah Fatmawati yang sudah terkenal sebagai kampung hijau dan mandiri. Masyarakat kampung diajak untuk belajar dan melihat langsung kegiatan yang di lakukan oleh warga setempat, dalam membangun lingkungan yang bersih, hijau dan bebas sampah.

"Kampung binaan ini berada pada radius 2 km dari kampus UBL. Wilayah itu dikategorikan termasuk dalam kampung kumuh berat - sedang karena padatnya penghuni dan bangunan pada pemukiman tersebut, pola hidup penghuni yang kurang sehat, serta keadaan lingkungan pemukiman yang terlihat kumuh," paparnya.

Permasalahan utama yang sedang dihadapi saat ini di wilayah tersebut adalah banyaknya jumlah masyarakat yang membuang sampah pada lahan kosong dipinggir sungai. Hal ini memberikan dampak naiknya permukaan dasar sungai akibat tertimbun sampah yang jatuh ke sungai, timbulnya bau tidak sedap dari tumpukan sampah tersebut, serta timbulnya efek pandangan yang tidak sedap terhadap tumpukan sampah karena terlihat dari jalan utama.

"Metode pendekatan yang kami lakukan adalah pendampingan kepada masyarakat tentang, hidup dalam lingkungan yang sehat dengan belajar memanfaatkan kembali sampah melalui, proses daur ulang sampah organik maupun sampah non organik," papar Anggraeni.

Ketiga dosen tersebut berharap menghasilkan empat luaran yang membantu penyelesaian masalah sampah yang menjadi permasalahan prioritas mitra. Pertama, menghasilkan tempat sampah organik dan non organik pada rumah tinggal dan di sepanjang jalan dari material baru ataupun bekas.

Kedua, menghasilkan pupuk alami dari hasil daur ulang sampah organik. Ketiga, menghasilkan handy craft dari hasil daur ulang sampah non organik. Terakhir, menghasilkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dilengkapi dengan area bank sampah, workshop, dan display.

Keberhasilan tiga dosen tersebut mendapat apresiasi positif dari Ketua Prodi (Kaprodi) Arsitektur UBL, Putri Suryandari. Dia menyebut, ini bukan kali pertama prodi Arsitektur UBL menerima hibah serupa.

"Prodi kami sebelumnya juga sudah pernah menerima Program Hibah dari DIKTI yaitu Program Hibah Kompetisi A1 (PHK A1) Batch II, selama dua tahun yaitu dari 2004 sampai 2006. Hibah ini merupakan bantuan dari Dikti untuk peningkatan manajemen, dalam upaya membangun karakter jurusan," kata Putri.

Margaret Puspitarini Source 14 Juli 2014

Keywords: Indonesia,organik,sampah,Kampung Recycle,Anggaraeni,kumuh,DIKTI
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut