English English   Indonesia Indonesia
Organic ShoppingOrganic Producers Green HomeEco PropertiesEco/GreenOrganic DistributionOrganic Farm SuppliesOrganic NewsOrganic NGOOrganic EducationSuperstarsContributing Writers
Find us on Facebook

SUKU BADUY MASYARAKAT SUNDA INDONESIA PERTAMA YANG MENGGUNAKAN ORGANIK DAN MENJAGA LINGKUNGAN SEJAK 600 TAHUN YANG LALU
Last modified: 2010-10-06 02:34:40

SUKU BADUY MASYARAKAT SUNDA INDONESIABicara Global Warming, Padi Organik System Of Rice Intensification (SRI), Go Green, Gaya Hdup Sehat Organik, Ramah Lingkungan atau sebelum Republik Indonesia ini berdiri, di lereng gunung Kendeng Banten - Jawa Barat, Indonesia sudah mempunyai komunitas masyarakat adat Sunda secara turun temurun yaitu masyarakat Baduy yang tidak mengalami pergeseran nilai nilai hidup dan budaya yang signifikan terhadap perkembangan jaman. Masyarakat yang selalu ramah, membuka diri dan bersahabat dengan dunia luar.

Komunitas ini adalah masyarakat Sunda asli Suku Baduy/ Urang Kanekes terbagi menjadi 3 (tiga) kelas yaitu Tangtu, Panamping dan Dangka. Tangtu atau Baduy Dalam adalah kelas sosial tertinggi yang masih menjaga adat istiadat secara turun temurun yang mempunyai 3 (tiga) kampung adat yakni Kampung Cibeo, Cikatarwana dan Cikeusik. Masyarakat ini tidak menggunakan teknologi/ seluler, TV, listrik dan pestisida/ kimia dalam makanan dan minuman sehari hari.

SUKU BADUY MASYARAKAT SUNDA INDONESIAPanamping atau Baduy Luar hampir rata rata sudah terkontaminasi adat istiadat dan perilakunya dengan peradaban luar khususnya modernitas. Mereka tinggal di daerah Ciboleger Kampung Cikadu, Kadu Ketuk, Kadu Kolot, Gajeboh dan Cisagu masih di wilayah desa Kanekes. Sedangkan Dangka, masyarakat Baduy yang sudah melakukan akulturasi dengan kebudayaan luar seperti di desa Cibengkung dan Sirah Dayeuh, umumnya mereka sudah tinggal di luar kawasan desa Kanekes.

99% semua masyarakat Suku Baduy (Dalam dan Luar) adalah Petani dan sampai sekarang menggantungkan hidupnya dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Masyarakat Baduy Dalam tidak mengenal pertanian terasering dan teknik irigasi, mereka sepenuhnya menolak menggunakan teknologi, pupuk pestisida, pembajakan tanah dengan hewan atau mesin. Dari dahulu Perilaku cara mereka memupuk tanah agar menjadi subur bukan memupuk tanamannya.

Mereka mengganggap teknik seperti itu merusak alam dan tidak ramah terhadap lingkungan terutama untuk kesuburan tanah. Lahan pertanian hanya dicampur dan diolah secara tradisional dengan menggunakan arit/ golok dan kayu sebagai alat untuk membuat lubang tempat menanam benih. Sekarang, hanya Suku Baduy Luar saja yang sudah sebagian menggunakan pestisida dan teknologi secara modern.

SUKU BADUY MASYARAKAT SUNDA INDONESIASampai sekarang, secara adat dan tradisi khusus sebelum menanam padi yakni ada upacara ngaseuk, sebuah upacara pembacaan mantra yang diiringi musik khas angklung dan kendang kecil sebagai tanda mulainya penanaman atau perkawinan antara Dewi Padi (Nyi Pohaci) dengan Tanah (Pertiwi).

Proses ini harus dilakukan terlebih dahulu oleh kepala suku/ kepala adat yang disebut puun. Setelah masa tanam dan mengusir gulma (hama pengganggu) mereka selalu menggelar 3-9 kali upacara untuk menghalau serangga hama tanaman dengan menabur ramuan buah pinang dengan pasir ke area ladang serta menyemprotkan panglay (zingiber cassumuar roxb) dari mulut mereka sendiri dan melakukan pengobatan tanaman Gulma dengan membakar daun yang beraroma menyengat sehingga asap yang mengepul akan menerpa Padi dan mengusir hama. Mereka juga tidak memakan daging binatang yang berkaki empat dan anjing hanya dipelihara untuk membantu berburu saja.

Rumah mereka berbentuk panggung dari bambu dengan tidak merubah kontur permukaan tanah untuk pondasi rumah sehingga penyangga atap rumah panggung orang Baduy sering tidak sama. Mereka selalu menganggap hidup bagian dari alam semesta yang diberi tugas untuk menjaga harmonisasi dengan alam terutama di daerah gunung Kendeng dan sekitarnya.

SUKU BADUY MASYARAKAT SUNDA INDONESIAPrinsip Pikukuh atau kepatuhan terhadap konsep lojor heunteu beunang dipotong, pendek heunteu beunang disambung (panjang tidak bisa/ tidak boleh dipotong dan pendek tidak bisa/ tidak boleh disambung). Konsep hidup statis secara turun temurun dan menerapkan etika Tabu sesuatu yang menyimpang/ dilarang oleh adat tidak boleh dilanggar. Ketika ada pelanggaran Tabu akan mendapatkan peringatan dari Jaro (wakil kepala suku) atau puun.

Mereka tidak suka disebut sebagai suku terasing karena mereka sengaja memilih mengasingkan diri dan tidak terlibat dengan peradaban modern yang bisa merusak akhlak, alam, lingkungan hidup dan warisan adat istiadat kebudayaan nenek moyang mereka. Sehingga mereka selalu selamat dari bencana apapun karena selalu menjaga alam dan lingkungan.

Kepatuhan terhadap adat istiadat dan pemerintahan setempat membuat masyarakat Baduy sebagai contoh masyarakat adat di Indonesia yang selalu melihat keselarasan hubungan antar manusia dan keselarasan hubungan dengan alam semesta. Oleh pemerintah Indonesia kawasan ekologis masyarakat Baduy dengan luas sekitar 6000 hektar ditetapkan sebagai zona Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Sunda Baduy berdasarkan peraturan daerah nomor 32 tahun 2001 pemerintah provinsi Banten Jawa Barat yang akan menjamin keberlangsungan hidup eksistensi mereka.

Semoga seluruh dunia sadar dan melihat bahwa Indonesia mempunyai komunitas masyarakat adat sunda Baduy yang sudah melakukan bukti dalam sejarah peradaban manusia dengan pola gaya hidup sehat organik dan go green sejak 600 tahun yang lalu. Luar biasa!

Penulis :
Dhemy Sheehan
Sumber : pengalaman pribadi & travelounge

Keywords: Indonesia, organik, SRI, Baduy, lingkungan
Advertise here - contact Indonesia Organic
Harga iklan listing dan banner efektif untuk website www.indonesiaorganic.com sebagai berikut